Get DailyPOS App Play Store
Get DailyPOS App Coming Soon!
Advertisement

Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

A Penulis : ADMIN ADMIN   |   R Editor : Redaksi Redaksi
27 Mei 2026 | 07:59 WIB
Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Pimpinan Universitas Pertamina bersama Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari dan Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M.Erry Sugiharto dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026). (Foto: Dok. Humas Universitas Pertamina)

 

Advertisement

Jakarta, DAILYPOS - Dinamika geopolitik global saat ini memicu ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang berdampak langsung pada ketahanan energi nasional. Di tengah ketergantungan pada energi fosil yang masih mencapai 85,36 persen dan keterbatasan produksi domestik, setiap gejolak global memaksa Indonesia melakukan diversifikasi impor demi mengamankan kedaulatan bangsa. Realitas makro inilah yang membuat agenda transisi menuju bauran energi berkelanjutan menjadi tantangan strategis yang sangat kompleks bagi masa depan industri nasional.

Advertisement

"Transformasi bauran energi menuju energi bersih dan rendah karbon tidak cukup jika hanya dijawab oleh kecanggihan teknologi. Diperlukan kombinasi keahlian (skill kombinasi) yang kuat antara lulusan teknik dan lulusan sosial," tegas Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) sekaligus perwakilan Dewan Pembina Pertamina Foundation, Erry Sugiharto, dalam Sidang Terbuka Wisuda XIV Universitas Pertamina di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (25/5).

Advertisement
Pjs Rektor Universitas Pertamina Prof. Dr. techn. Djoko Triyono memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-XIV Universitas Pertamina, di Gedung Sasana Kriya TMII, Senin (25/5/2026). (Foto: Dok. Humas Universitas Pertamina)

Erry menambahkan bahwa bauran energi masa depan menuntut kesiapan dari berbagai lini disiplin ilmu secara simultan. “Lulusan teknik berfokus pada inovasi dekarbonisasi dan sistem energi masa depan, sementara lulusan sosial krusial dalam menyusun kebijakan adil, membangun narasi publik, serta memastikan transisi energi diterima masyarakat. Tanpa kolaborasi multidisiplin ini, transformasi energi tidak akan optimal,” ungkap Erry.

Kebutuhan akan kolaborasi multidisiplin ini menjadi kian mendesak di tengah proyeksi Future of Jobs dari World Economic Forum (WEF) akan menyumbang 8 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2030. Namun, peluang emas ini membentur kesenjangan kompetensi talenta muda. Riset dari LinkedIn mengungkapkan fakta mengungkap fakta hanya 1 dari 20 Gen Z secara global yang memiliki keahlian hijau (green skills) sesuai kebutuhan industri.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.