Get DailyPOS App Play Store
Get DailyPOS App Coming Soon!
Advertisement

Peringati Hari Anak Nasional, Pemko Pematangsiantar Angkat Tradisi Urdou-urdou

A Penulis : Alboing Damanik Alboing   |   R Editor : Redaksi Redaksi
27 Juli 2026 | 16:37 WIB
Peringati Hari Anak Nasional, Pemko Pematangsiantar Angkat Tradisi Urdou-urdou
Peserta Urdou - urdou dalam pelaksanaan Hari Anak Nasional, Lapangan Adam Malik. Foto (Diskominfo Siantar)

"Hari ini bukan hanya hari untuk bergembira dan mengikuti perlombaan, tetapi juga hari untuk mengingatkan kita semua bahwa kalian adalah harapan bangsa. Belajarlah dengan rajin, hormati orang tua dan guru, cintai budaya daerah, serta tumbuhlah menjadi anak-anak yang berakhlak baik, kreatif, dan percaya diri," tukasnya.

Wesly berharap, peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi hak-hak anak, melestarikan budaya lokal, dan mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang unggul Menuju Indonesia Emas 2045.

Advertisement

"Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2026. Anak Hebat, Indonesia Kuat. Merawat Tradisi Simalungun, Mengasuh Sepenuh Hati," pungkasnya.

Walikota Wesly Silalahi saat menerima cenderamata berupa Sarunei dari Budayawan Simalungun, Foto (Diskominfo Siantar)

Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga  melestarikan budaya Simalungun.

Advertisement

"Terima kasih kepada orang tua yang mengikuti lomba. Kegiatan ini untuk mendekatkan ikatan batin antara orang tua dan anak. Cinta ibu itu tanpa syarat. Semoga lomba ini memberikan inspirasi bagi kita semua," tukas Ny Liswati yang mengenakan Bulang Sulappei.

Sementara itu, perwakilan Tanoto Foundation mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya mengembalikan pengasuhan kepada landasan utama, yaitu keluarga. Bagaimana orang tua secara utuh mendampingi, mendengarkan, mengobrol, dan hadir secara fisik dengan anak sejak usia dini.

Advertisement

Melalui peringatan Hari Anak Nasional, katanya, mendorong sinergi pengasuhan setara dan kolektif terhadap anak, membatasi gawai dan screen time, sebab banyak permainan tradisional yang sudah ditinggalkan, serta revitalisasi tradisi lisan dan permainan lokal.

"Urdou-urdou bukan hanya menghibur, tetapi stimulasi dini melatih motorik anak. Menggabungkan ilmu pengasuhan modern dan kearifan lokal," katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rasta Elya Ginting dalam laporannya menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan Pemko bersama TP PKK Kota Pematangsiantar, dengan support Tanoto Foundation.

Kegiatan diikuti 54 peserta dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Pematangsiantar.

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.