Get DailyPOS App Play Store
Get DailyPOS App Coming Soon!
Advertisement

Mengembalikan Kejayaan Kota Pematangsiantar

R Penulis : Redaksi Dailypos Redaksi   |   R Editor : Redaksi Redaksi
27 Mei 2025 | 13:58 WIB
Mengembalikan Kejayaan Kota Pematangsiantar
PEMATANGSIANTAR, DAILYPOS - Kota Pematangsiantar sangat berpeluang menjadi sebuah kota yang memiliki banyak daya tarik. Hal ini sudah dibuktikan sejak masa kolonial Belanda dimana Kota Pematangsiantar sudah menjadi pusat perdagangan. Dan pada masa orde baru, dengan adanya kantor perwakilan Bank Indonesia, Taspen, BPJS, Imigrasi. Dan pada era tahun 2000 an telah berdiri Kanwil Pajak, BPJS Tenaga Kerja dan beberapa produk barang rokok, neslte dan barang lainnya yang menjadikan Kota Pematangsiantar sebagai pusat distribusi barang. "Untuk sayur mayur yang ada di sekitaran Terminal Parluasan yang memiliki perputaran uang milyaran setiap malam, pembeli datang dari luar Siantar hadir setiap malam, tentu hal ini merupakan peluang," kata Akademisi yang juga Ketua Pusat Unggulan Iptek Bina Ruang Universitas Prima Indonesia Robert Tua Siregar, Ph.D. kepada Media Indonesia, Senin (26/5). Hadirnya program nasional di sekitar Kota Pematangsiantar seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan pelabuhan hubungan Internasional Kuala Tanjung lanjut dia tentu menjadikan Kota Pematangsiantar menjadi pusat perdagangan dan perputaran uang. "Hal ini harus segera dibuat kebijakan - kebijakan yang mengacu kepada kegiatan jasa untuk melayani potensi tersebut. Semua pihak harus jeli melihat potensi ini, tentu harus didukung dari pemerintah kota yang jadi leader dalam pembangunan kota ini," ungkap Robert. Direktur Eksekutif Centre Rural Urban Development Area (Ceruder) ini juga menegaskan agar Pemko Pematangsiantar harus memberikan informasi yang pasti soal kenyamanan yang tidak hanya mengejar pendapatan asli daerah (PAD) seperti kebijakan penerimaan yanglg tidak rasional seperti penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). "Pemerintah harus memberi fasilitas dan menjembatani pelaku usaha UMKM dengan akses permodalan dalam skema kemudahan dan adanya pengawasan, mendorong inovasi masyarakat dengan memberi peluang agenda kegiatan atau festival yang konsisten setiap tahun dengan skema low cost sehingga menjadi magnet kota Pematangsiantar ini yang didukung potensi kuliner yang ada saat ini dan yg akan berkembang," jelasnya. Selain itu, menyelesaikan solusi eks HGU 573 ha di Tanjung Pinggir yang tidak menjadikan bom waktu konflik. Dampak tol juga harus menjadikan Kota Pematangsiantar memiliki magnet jika tidak mau menjadi "kota hantu". "Pemko harus membangun koloborasi dan menyakinkan dengan pihak investor, karena jika hanya mengandalkan APBD pasti tidak mampu, khususnya masalah pengelolaan sampah," kata Robert. (Ais)
Advertisement
Tag :

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.