Get DailyPOS App Play Store
Get DailyPOS App Coming Soon!
Advertisement

Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT UOI di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat

T Penulis : Tim Redaksi Tim   |   B Editor : Brian Nicholson Sianturi Brian
26 Agustus 2026 | 21:17 WIB
Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT UOI di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat
Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT UOI di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat. (Foto: Diskominfo Simalungun)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong agar pemasok dan penyedia jasa lokal memperoleh kesempatan lebih luas untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri global.

“Kita ingin industri besar tumbuh bersama masyarakat. Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal akan membuat manfaat ekonomi dari keberadaan KEK Sei Mangkei ini dirasakan secara inklusif dan merata,” tegasnya.

Advertisement

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan industri juga diharapkan berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan yang baik, efisiensi energi, inovasi, serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar.

Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT UOI di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat. (Foto: Diskominfo Simalungun)
Peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT UOI di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun: Pentingnya Sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat. (Foto: Diskominfo Simalungun)


Advertisement

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur pendukung guna menjamin keberlanjutan investasi dan pengembangan industri di KEK Sei Mangkei.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun, yang diharapkan dapat menjamin kepastian pasokan energi bagi sektor industri.

Advertisement

Selain jaringan gas, pemerintah juga memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui percepatan operasional PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW, PLTA Asahan 3 berkapasitas 150 MW, serta optimalisasi potensi energi panas bumi di Sumatera Utara.

“Dengan ketersediaan gas, listrik terbarukan, dan bahan baku yang cukup di dalam satu ekosistem KEK Sei Mangkei, daya saing produk industri kita di pasaran global akan menjadi sangat tinggi,” ujar Yuliot.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan, hingga pertengahan tahun 2026, KEK Sei Mangkei telah menarik akumulasi investasi sebesar US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha serta menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja. PT UOI sendiri menjadi salah satu investor penting di kawasan ini.

Pada semester I tahun 2026, ekspor UOI tercatat memberikan kontribusi sebesar US$403 juta, atau lebih dari separuh total ekspor KEK Sei Mangkei yang mencapai US$778 juta. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan hilirisasi komoditas, khususnya kelapa sawit, mampu menciptakan nilai tambah yang besar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Konten ini adalah iklan dari platform Recreativ, DAILYPOS.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Advertisement