Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Melihat kesenjangan kompetensi global tersebut, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi dituntut melahirkan lulusan yang adaptif di tengah industri yang berubah sangat cepat. "Kemampuan menyesuaikan diri, bekerja sama, serta berpikir kritis menjadi kunci utama menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika industri. Para lulusan Universitas Pertamina sendiri telah dibekali pengalaman, teknologi, sertifikasi, riset, dan kolaborasi industri sebagai modal berharga untuk memasuki dunia profesional," ujar Dr. Henri. Ia juga menambahkan bahwa dengan modal tersebut, lulusan harus mampu menjadi pionir keberlanjutan yang mendukung target net zero emission.

Menanggapi celah tersebut, Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menyampaikan bahwa UPER strategis menyiapkan talenta siap pakai lewat kurikulum berbasis teknologi digital, transisi energi, dan dekarbonisasi bersama Pertamina Group. Pada wisuda ke-14 ini, UPER melepas 223 wisudawan dengan capaian gemilang; 46,64 persen lulus Sangat Memuaskan dan 33,18 persen meraih predikat Pujian (Cumlaude). Profil lulusan multitalenta (The Renaissance Figure) inilah yang diwujudkan UPER guna menjembatani kesenjangan green skills global melalui falsafah Sarjana Sujana.
"Predikat 'Sarjana' menandai penguasaan sains dan teknologi, namun gelar akademik ini baru sebuah awal. Falsafah 'Sujana' melengkapinya dengan kekuatan kompas moral agar ilmu para lulusan yang memiliki kombinasi keahlian adaptif lintas disiplin ini mampu menjadi jembatan kebaikan yang tulus serta inklusif bagi masyarakat," tutur Prof. Djoko.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.